Cerita Dewasa Bodi Perawat Tidak Bisa Mengendalikan Nafsuku

Cerita Dewasa Bodi Perawat Tidak Bisa Mengendalikan Nafsuku

Cerita Dewasa – Pada waktu itu aku yang sedang dirawat dirumah sakit karena aku mempunyai habis jatuh dari motor, dan aku pun dirawat di rs selama satu minggu, kini aku berada di salah satu rumah sakit yang berada di kota Jakarta, aku mulai dirawat dirumah sakit mulai dari hari pertama sampai hari ke 7, namun, tak lain yang merawat aku dirumah sakit adalah rerey, selalu dia dan tidak pernah berganti orangnya, aku yang semakin lama semakin akrab pun iseng iseng becanda dengan dirinya.

Karena di badanku yang ada luka goresan, aku pun tidak bisa memakai baju dan kini aku selalu menggunakan cd dan selimut saja, pada waktu itu setiap malam aku selalu sendirian tidur di rumah sakit, karena papa dan mamaku yang sibuk dengan bisnisnya tidak bisa menemani ku sampai malam, ganya sampai jam 8 malam aja mereka menemani ku dirumah sakit.

Kini pada hari ke 5 aku mulai membaik namun belum bisa memakai baju, dan pada waktu itu juga ketepatan rerey masuk shif malam dan kini rerey pada jam 10 mendatangiku untuk mengganti perban yang ada di kakiku.

“ loh rey masuk shid malam? Tanyaku

“ iya za, yauda aku gantiin perban kamu bentar ya “

Kini aku melihat rere sedan mengganti perban yang ada dikakiku, tidak sengaja aku melihat ada kejanggalan, kancing baju rere yang terbuka sehingga tampak belahan payudara rere yang sangat mulus kini membuatku terangsang, dan penisku langsung mengeras hingga akhirnya tampak menonjol di selimut tersebut.

Aku tidak bisa apa apa, aku hanya bisa diam menikmati payudara rere yang sangat jelas. Tak lama setelah rere selesai mengganti perban yang ada di kakiku, kini aku meminta tolong rere untuk mengambilkan minum, dan rere pun mengambilkan minum dan langsung memberikan kepadaku, entah apa yang ada dipikiran rere, tiba tiba rere melihat penisku yang sedang menonjol. Dengan spontan rere menelan ludahnya dan aku yang mengetahui itu hanya diam saja.

“ zaaaaaa, ini apaan kok benjol “ kata rere sambil menyentuh kepala penisku

“ emmmm “ kataku, aku langsung terangsang karena tangan rere yang menyentuh kepala penisku.

“ zaa ini apaan coba kamu jawab “ kata rere

“ udah ah re gausah dibahas “ kataku

Namun rere yang mungkin sangat penasaran dengan bentuk yang sangat gagah, kini rere dengan sengaja membuka selimutku dan tampak jelas di hadapan rere penisku yang tegak dan gagah. Namun cd ku belum terlepas, rere semakin penasaran dan melepaskan CDku dengan sengaja.

Cerita Dewasa – Rere melotot melihat penisku yang sangat besar, rere mengigit jari tangannya dan melihat ke arahku, karena aku yang sudah birahi dan takut rere berteriak, aku langsung menarik tangan rere hingga kini rere berada di pelukanku dengan posisi bibir rere yang berhadapan dengan bibirku.

Tanpa lama aku langsung mencium bibir rere, namun rere tidak ada penolakan rere membalas ciuman kepadaku dan kami saling bertukaran lidah, tanganku yang refleks langsung merabah baju rere dan meremas payudaranya, rere mendesah dengan pelan ketika putingnya kumainkan dengan tanganku.

Tangan rere kini seperti refleks langsung mengenggam penisku dan mengocokkan penisku sehingga penisku kini sudah berada pada tegangan maksimal, sangat keras dan tampak urat urat keluar dari penisku. aku yang sudah tidak sabar langsung membuka kancing baju rere dan bra rere. Kini rere sudah telanjang atasnya.

Baca Juga : Cerita Sex Tetanggaku yang kesepian part 2

Aku langsung memainkan payudara rere dengan lidahku dan kini tanganku mulai meraba memek rere, kurasakan memek rere yang sangat mulus dan buluh yang sangat lembus dan tipis, membuatku semakin tidak sabar lagi, aku langsung melorotkan celana rere, dan rere kini hanya menggunakan cd saja. Ketika aku ingin membuka cd rere, rere menolaknya.

“ bentar ya reza ini kan dirumah sakit, aku kancing pintunya dulu ya “ kata rere

Rere pun langsung pergi mengunci pintunya dan balik lagi kepadaku, kini rere dengan sendirinya membuka cd nya sendiri dan langsung naik ke atas badanku. Rere memelukku dan memainkan lidahnya di leherku, perbuatan rere kali ini sunggu membuatku tidak tahan, aku pun mengeluarkan desahan. Rere dengan sangat pintar memainkan lidahnya.

Aku yang sudah sangat birahi dengan perbuatan rere, kini aku langsung memasukan jariku ke memek rere, dan mengocok memek rere. Rere langsung menghadap ke langit dan menggigit bibirnya. Rere mengeluarkan desahan yang sangat merdu, “ zaaaa……ohhhhhh…ashhhh…..zaaaaa…..ouhhhh…. arghhhhhhhh……..ashhhh…..ehmmmmm……zaaaaa… pelannn donggggg…. Ashhhhhhh…….rezaaaaaa uhmmmmm,,,,,, ouhhh zaaaaaaa “

Cerita Dewasa – Tak lama rere mendesah setelah 7 menit kini memek rere sudah mulai membasa, karena posisi nya yang sangat sempit, kini rere dengan pintarnya langsung memegang penisku dan mengarahkan kedalam ke memeknya, penisku yang sangat besar dan berurat membuat rere kesulitan dalam memasukan penisku, rere berusaha dengan pelan pelan dan akhirnya penisku berhasil masuk kedalam memeknya.

Rere tidak langsung menggoyang. Rere diam dan melihatku, sambil menikmati penisku yang baru masuk ke dalam memeknya.setelah 2 menit rere langsung saja mulai melakukan pergerakan, kini muka rere yang sagnat cantic terlihat jelas olehku, ternyata muka sange rere jauh lebih cantic, rere terus menggoyangkan pinggulnya, aku terasa penisku mentok di memek rere, pastinya rere menikmati penisku dan tidak akan terlupakan rasanya.

“ ashhhhhhhh…. Ahhhhhhh……… uhhhhhhhhhhhhhh…….zaaaaaaa…….. uhhhhh rezaaaaaa…. Sakit banget zaaaaaaa…….. ashhhhh…. Ehmmmmmm rezaaaaaaa…… akum au keluar zaaa…… ashhhhh ehmmmmm……zaaaa…. Ahhh….ahh..ahh..ahh..ahhhh…uhhh….ashh,.,,,,ehmmmm rezaaaaa…. Ashhh “ rere terus mendesah keenakan dan kini aku melakukan sentakan dengan menaikkan pantatku dengan kuat sehingga menyucuk memek rere dengan sangat tajam. Rere pun langsung menjerit “ uhhhhhhhhhhhhhhhh “setelah terkena sentakan dari penisku.

Rere terus mendesah dan tak lama setelah aku melakukan sentakan kini rere langsung crot saja, dengan sangat nikmat semburan dari memek rere yang membuat penisku basah kuuyup, rere kini sudah berada pada orgasme yang pertama. Namun karena waktunya yang tidak pas, setelah rere crot tidak ada freplay dan aku kini langsung menggoyangkan pantatku dengan menyentakkan ke memek rere, membuat rere menjadi birahi dan tidak lemas lagi.

Cerita Dewasa – Rere medesah lagi, dan kini aku terus melakukan goyangan. Rere teerus terusan mendesah dan suara desahan nya semakin lama semakin kencang,… aku terus melakukan goyanganku hingga akhirnya penisku rasanya sudah sangat di ujung sekali, muka cantik, memek yang sempit, dan bodi rere yang sangat bagus membuatku tidak tahan lama, aku sangat terbawa suasana dan hingga aku akhirnya langsung mempercepat goyanganku, rere mendesah semakin kuat dan cepat “ ashh,,,,,ahh,,ahh,,ahh,,,uhh,,ahh,,ashh,,ehmmm,,,,arggggg,,,,assgh,,,arhghhhh duyhhhhh…zaaaa,,,,,uhmmmm,,,,,ehmmm,,,,ashhhh,,,,, rezaaaaa pelan zaaa………ouhhhhh…..ashhhhhh…..shhhhhhh…shhhh..ahh..ahh..ahh zaaaaaaaaaaapelannnn zaaaa sakit bangett,…… shhhhh…  ahhhhh rezaaaaaa akumau keluar lagiiii.

Setelah 20 menit rere pun ternyata keluar yang kedua kalinya, namun karena aku yang sudah sangat diujung, aku tidak membrentikan goyanganku, aku meneruskan goyanganku dengan sangat cepat , namun cairan rere masi saja menyemprot penisku, kini setelah 8 menit akhirnya penisku crot juga, tanpa pikir panjang aku langsung saja crotkan didalanm memek rere namun rere melotot dan mencubit nenenku

“ heyyyyyyyyy siapa suruh didalam, kalo aku hamil bagaimana “ katanya

“ kan kamu perawat, pasti kamu tau dong pil biar ga hamil apa haha “ kataku

“ dasar kamu ya rezaaaaa,,, nakal kamu, jahat kamu sama aku sampai mainkan aku “kata rere

“ ya habisnya kamu ngapain buka selimut aku “

“ namanya penasaran hahaha “  rere tertawa

Karena rere yang sedang bekerja, rer dengan cepat masuk kedalam kamar mandi dan mulai mencuci, namun setelah itu rere langsung memakaii seluruh pakaiannya, dan berpura pura duduk di samping tempatku tidur, tak lama dokter masuk ke ruanganku mengecek rere, namun rere untung saja berhasil mengganti bajunya.

Setelah dokter itu pergi, rere yang masih penasaran dengan pnisku, tangan rere dengan sagaja merabah selimutku dan kini rere langsung mengenggam dan mengocokkan penisku lagi, ketika sedang enak enaknya, rere mala dipanggil domter, dan aku pun langsung tidur saja.

Related Posts